Pengaruh Perceraian Orang Tua terhadap Kondisi Psikologis Remaja: Implikasi bagi Layanan Bimbingan dan Konseling

Authors

  • Meida Maulidia Universitas Indraprasta PGRI
  • Siti Aminah Alfalathi Universitas Indraprasta PGRI
  • Sabrina Dachmiati Universitas Indraprasta PGRI

DOI:

https://doi.org/10.64624/joshe.v2i1.183

Keywords:

Perceraian orang tua, psikologis remaja, Bimbingan Dan Konseling, kesehatan mental, siswa SMA

Abstract

Perceraian orang tua merupakan salah satu faktor keluarga yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis remaja, namun penelitian yang mengintegrasikan bukti empiris tersebut sebagai dasar pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perceraian orang tua terhadap kondisi psikologis remaja di SMA Tulus Bhakti Kota Bekasi serta merumuskan implikasinya bagi layanan Bimbingan dan Konseling. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang (cross-sectional survey) terhadap 72 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap kondisi psikologis remaja, sehingga semakin besar dampak perceraian yang dialami siswa, semakin tinggi kecenderungan munculnya gangguan psikologis. Temuan ini memperkuat bukti empiris mengenai perceraian orang tua sebagai faktor risiko psikologis pada remaja sekaligus memperluas penerapannya pada konteks siswa sekolah menengah di Indonesia. Secara praktis, hasil penelitian menjadi dasar pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling berbasis kebutuhan melalui asesmen dini, penguatan regulasi emosi dan strategi coping, konseling individual maupun kelompok, serta kolaborasi dengan orang tua.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Maulidia, M., Alfalathi, S. A., & Dachmiati, S. (2026). Pengaruh Perceraian Orang Tua terhadap Kondisi Psikologis Remaja: Implikasi bagi Layanan Bimbingan dan Konseling. JOSHE: Journal of Social Humanities & Education, 2(1), 83–90. https://doi.org/10.64624/joshe.v2i1.183