Pelaksanaan Layanan Klasikal Pada Peserta Didik Dalam Mencegah Cyberbullying di SMP Negeri 24 Depok
DOI:
https://doi.org/10.64624/joshe.v2i1.179Keywords:
cyberbullying, classical guidance, student, social media, preventionAbstract
Meningkatnya penggunaan media digital di kalangan remaja turut meningkatkan risiko terjadinya cyberbullying, sehingga upaya pencegahan di lingkungan sekolah menjadi semakin penting. Meskipun berbagai penelitian telah membahas intervensi terhadap cyberbullying, kajian mengenai implementasi layanan klasikal sebagai strategi preventif di jenjang sekolah menengah pertama masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan layanan klasikal dalam mencegah cyberbullying di SMP Negeri 24 Depok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan satu guru Bimbingan dan Konseling serta empat peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan klasikal mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik mengenai cyberbullying melalui pembelajaran yang interaktif dan komunikasi yang terbuka. Namun, perilaku cyberbullying masih ditemukan di luar lingkungan sekolah, sehingga perubahan perilaku digital memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai implementasi layanan klasikal sebagai strategi preventif cyberbullying dalam konteks sekolah menengah. Keterbatasan penelitian terletak pada jumlah partisipan yang terbatas dan pelaksanaan penelitian pada satu sekolah, sehingga temuan belum dapat digeneralisasikan pada konteks yang lebih luas.







