Pengaruh Pola Asuh Otoriter terhadap Perilaku Perundungan Siswa SMAN 22 Kota Bekasi: Implikasi bagi Layanan Penguasaan Konten
DOI:
https://doi.org/10.64624/joshe.v2i1.172Keywords:
Pola Asuh Otoriter, Perilaku Perundungan, Layanan Penguasaan Konten, bimbingan dan konselingAbstract
Perundungan masih menjadi permasalahan yang persisten di lingkungan sekolah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh otoriter terhadap perilaku perundungan pada siswa kelas XI SMAN 22 Bekasi serta merumuskan implikasinya terhadap layanan penguasaan konten dalam Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang melibatkan 250 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert empat poin yang mengukur pola asuh otoriter dan perilaku perundungan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter maupun perilaku perundungan berada pada kategori sedang. Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dan perilaku perundungan (r = 0,158; p = 0,012). Analisis regresi menghasilkan persamaan Ŷ = 40,497 + 0,131X dengan nilai R² sebesar 0,025, yang menunjukkan bahwa pola asuh otoriter menjelaskan sebesar 2,5% variasi perilaku perundungan. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menerjemahkan temuan empiris menjadi rekomendasi layanan penguasaan konten berbasis bukti yang menekankan pengembangan regulasi emosi, empati, dan keterampilan sosial sebagai strategi preventif untuk mengurangi perilaku perundungan di sekolah.







